Rapunzel tells us one thing about love; climbing the highest tower becomes less difficult if SOMEONE at the end gives you reason to hold on :)

Wednesday, November 10, 2010

1. Multimedia Team

Posted by Princess Sarah at 9:00 PM 0 comments

Saya ketemu Mega di lobi hotel Manise jam 8 pagi. She’s so nice ang attractive. Dia bilang kalo ada 3 cowok lagi yang satu tim, tapi masih pada tidur, jadi kita berdua sarapan duluan. Kita cerita2 tentang kehidupan masing2 dan dia bilang amazed sama saya yang bisa lulus UMPTN, hehehe… saya juga amazed sama dia, karena dia penulis novel! Novel pertamanya, tic toc tic toc: a quarter life’s tale akan terbit bulan Desember! Woooww, I want to be like her someday!
       
Ga lama, 3 orang yang ditunggu dateng. Saya langsung dikenalin ke mereka; bang Anta, mas Adi dan mas Tony. Kita lansung bahas ide kreatifnya dan bikin rute perjalanan; hotel-pantai Liang-PLTU Waai-pantai Natsepa-Batu Merah-hotel-Hollywood-Pintu Kota-Gunung Nona-Farmasi Atas-Martha Christina. Sumpah, hari itu perjalanan kami panjaaang banget. Untung aja semuanya cepet akrab, jadi saya ga ada istilah mati gaya. Sayangnya, setelah lunch di hotel, bang Anta sama mas Adi mendadak sakit, mungkin karena kecapean. Jadilah Mega, mas Tony dan saya yang melanjutkan hunting gambar2 cantiknya Ambon.

Multimedia Team @ Liang Beach

Mega @ Hollywood

me @ Hollywood
 kami, sempet foto2, tapi bukan kami yang jadi objek utama, hehehe, abaikan sejenak 2 foto di atas... kami tetap lebih mengutamakan KEINDAHAN ALAM :P


a view on Pintu Kota

Ambon from the front of TVRI Gunung Nona

sunset from Martha Christina statue

Pintu Kota


Syuting terakhir hari itu di patung pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu, di kawasan Karang Panjang, untuk menunggu sunset. Hmm, kamera di-standby-kan sambil  menunggu matahari bergulir ke barat dan hilang di balik pegunungan di seberang teluk Ambon. Saya nyaris bosan. Pelajaran hari itu, ehem, sore itu tepatnya, adalah untuk mendapatkan satuuu saja gambar indah, diperlukan KESABARAN! Setelah itu kami ngedrop mas Tony di World Peace Gong untuk presscon AJPF 2010, sementara Mega dan saya ke supermarket dan apotik. Mengurus logistik dan kesehatan.


        Hari kedua, seharusnya saya udah ga bareng mereka, tapi karena kerjaan kami belum selesai; harus ada sesi wawancara dengan tokoh pemuda, jadilah saya ikut lagi. Kita mulai dengan wawancara ketua Sinode Gereja Protestan Maluku. Terus, bikin janji dengan orang Keuskupan Amboina dan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku. Karena ada narasumber yang belum kasih kepastian waktu wawancara, saya melarikan diri sebentar ke kampus.


        Untunglah, urusan saya selesai saat Mega SMS, “kamu di mana? Kita mau jemput talent di bandara.” Kebetulan banget, untuk ke bandara, mereka harus lewat kampus saya dulu, maka gayung bersambut! Saya minta dijemput, hehehe…


        Kali ini mas Tony yang ga ikutan karena harus ngedit gambar2 dari kemarin. Kasihaaan :((


        Sampe bandara, Mega, bang Anta, mas Adi dan Izaac makan dulu. Saya kebetulan udah makan di kampus, jadi ga pengen dobel porsi mengingat masa3 diet (yang gagal terus) sedang berlangsung. Setelah itu, kita pindah ke terminal kedatangan, nungguin artis. Gila yaaa, kemarin nunggu sunset, hari ini nunggu artis. Tapi tau ga, baru sekali ini saya menganggap menunggu itu menyenangkan. Hehehe. Saya sempat narsis2an. Setelah seharian bareng mereka, saya tau mereka juga narsis, jadiga perlu malu2 nunjukin diri saya yang sebenernya; saya yang narsis!


        Pesawat pertama tiba. Artis yang dateng Bossanova dari Makassar. Mereka band jazz yang anggotanya cewek semua. Mega dan bang Anta masuk sampe ke dalem bandara untuk interview. Mas Adi dan saya gaya2an dengan garingnya di luar. Ga lama, pasukan LO yang mau menjemput talentnya tiba, dengan bus2 super gede.


        Pesawat kedua akhirnya tiba juga. Dan mata kami langsung jereng liat artis2; Syahrani & band, Starlite, Christian Alexander & crew, Brenda Frans & crew, dll. Bandara heboh!


        Kami ikut iring2an dan di perjalanan itu kami memutuskan untuk makan es pisang ijo di kedai Pemuda. Kita sempat bahas2 rencana dinner di rumah gubernur malemnya.


        And there it goes, jam 7 malem kami udah siap di lobi hotel. Rapi dan wangi karena mau ketemu petinggi daerah dan ASEAN. Pas rombongan udah lengkap, minus mas Tony off course, kami meluncur ke Mangga Dua.


        Well, tadinya saya akan jadi tour guide untuk tim multimedia selama sehari. Tapi, saya menemukan chemistry dengan mereka. Saya betah sama2 mereka dan akhirnya memutuskan untuk jadi LO mereka saja. Meskipun nantinya saya harus ke mana2 karena harus menangani talents juga.

        Hari2 berganti, AJPF berjalan, saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk membantu mereka di sela2 mengurusi bandelnya Christian Alexandra dan crew sintingnya. Rasanya seneng memastikan transportasi mereka terjamin, juga makanan camilan dan kesehatan. Dan saya bangga liat hasil kerja brilian mereka. Hehehe, kerja brilian yang bikin Mega dan saya sempat keluar-masuk toko bangunan, hahaha… it’s unforgettable!




Deep down, I felt lucky to knew and made friends with them. I’ve learned so much and thought I was blessed :)

Ambon Jazz Plus Festival: New Friends and Family

Posted by Princess Sarah at 8:18 PM 0 comments






Agak2 telat bikin postingan ini. Tapi saya tetep exciting, karena ga banyak orang yang dapet kesempatan untuk terlibat dalam event internasional ini. Jadi, pas ditelpon bulan lalu, saya langsung setuju. Saya ke sekretariat panitia dan langsung briefing.
        Saya seneng karena ketemu beberapa teman dari AJPF 2009, tapi langsung sadar kalo ga semua LO dan GF tahun lalu yang kembali dilibatkan. Katanya ada perombakan besar2an di tubuh panitia. Jadinya, Lo yang dipake cuma 20 orang, sesuai jumlah talents.
        Di briefing itu, kita dikasih tau kalo kita bakalan mulai kerja tiga hari berikutnya, saat ada talents yang dateng. But who knows if the next day was my working day? It’s all begun with a duty call that night form Irfan…
Irfan  : Sarah, besok ngapain? Gue sih ngarepnya lo kosong ya…
Saya  : Kenapa emang? Gue lumayan kosong sih…
Irfan    : yaah… harus kosong dong sist, besok tim multimedia mau ngeliput untuk bikin profil Ambon. Gue perlu orang yang udah gue percaya.
Saya  : ummm, iya deh kalo gitu
Irfan    : oke deh, gue kasih nomer lo ke Mega ya, orang multimedianya. Thanks ya sist.
-klik-
        Satu jam setelah itu, saya dapet SMS dari Mega. Dia konfirmasi jam kerja untuk besok.
Well, selain tim multimedia yang saya tangani, ada beberapa talents juga yang akhirnya ikut saya tangani. Yang jelas, saya bener2 dapet banyak temen baru. Dan selama beberapa hari itu, kami adalah sebuah keluarga besar, yang, tanpa melihat banyak sekali perbedaan yang sangat mencolok di antara kami semua, dipersatukan oleh musik. Sesuai dengan tema yang diusung AJPF tahun ini, LIVING AS ONE. Dan semoga keluarga besar ini tetap harmonis :)
Ini kisah lengkap saya bersama para talents dan crew. Ga bisa sekali bahas dalam satu postingan sih. Kalian bakal jereng nantinya, hehehe… karenanya, saya akan bikin satu postingan per talent. Biar mereka juga tau, I do appreciate and enjoy every moment we’ve shared during this biggest international music festival on East Indonesia. Enjoy!

Espijo VS Espis

Posted by Princess Sarah at 8:08 PM 0 comments

Ada satu episode lain yang lupa saya ceritain saat tragedi espijo terjadi. Satu detail yang sayang untuk tidak dibahas.
        Adalah 2 cewek kantoran lain yang juga ngidam es pisang ijo di malam itu. Mereka muncul tiba2 dari arah belakang saat kami sudah enjoy banget dengan es pisang ijo kami. Mereka ketawa cekikikan kayak kunti, lalu duduk di samping saya.
“Mas,” panggil cewek pertama, yang duduk tepat di samping saya. Mas menoleh dengan agak lemes, “espisnya 2 yaaa?”
Saya menatap Ona, Ona menatap Vika, Vika menatap Lady… dan ting ting ting, ada bunyi bel kecil berdenting centil… otak kami terkoneksi. Dan ujung2nya…
“HAHAHAHAHAHAHA…”
Espis?? Es PIPIS? Es PISAU? Es TAPIS?
Yang jelas dong mbak… espis apaan? Ga bisa lebih spesifik ya?
Note to self: kalo mau nyingkat atau bikin istilah, mikir dulu. Ear catchy ga? Gaul ga? Jangan seenak mulut doang…

Tragedi Espijo

Posted by Princess Sarah at 7:53 PM 0 comments

Jangan bayangkan mas2 jawa pake blangkon pas baca ESPIJO. Ini memang ada hubungannya dengan mas2 jawa, tapi namanya bukan itu. Espijo adalah singkatan yang kami buat untuk menyebut ES PISANG IJO.
Suatu sore yang cerah, Lady, Ona, Vika dan saya mengalami sebuah euforia berlebihan karena berhasil dengan urusan kampus kami. Dengan lebaynya kami berfoto di sepanjang jalan. Beberapa orang yang kebetulan lewat cuma bisa mengelus dada. Saya tau, mereka cuma iri.
Lalu keinginan itu tercetus begitu saja, bagaikan keinginan ibu2 hamil muda; kami ingin makan es pisang ijo!!!



Dan jadilah kami 4 perempuan muda (yang tentu saja tidak sedang hamil muda) capcus ke pujasera di kawasan pasar Amans. Kami tiba di sana jam 7 malem. Udah gelap dan mayoritas orang di sana sibuk nyari bakso, nasi goreng atau sate. Tapi niat kami untuk menyantap ESPIJO sudah tidak bisa dibendung lagi. Yeayea, sekali espijo teteup espijo!
Vika mulai berjalan dari geribk espijo satu ke gerobak espijo yang lain, dia meneliti sirup merahnya. Oh iya, ini syarat utamanya. Espijo yang kami makan, ga boleh punya sirup yang warnanya PINK ELEKTRIK kayak stabillo. Kalo sampe ketemu yang gituan sih, mending ga usah makan deh. Trust me, bahan pewarnanya udah ga jelas tuh.
Untunglah setelah mencari beberapa lama, kami menemukan satu gerobak dengan sirup merah yang sewarna dengan cocopandan. Yuhuuuw! Tanpa pikir panjang, kami duduk dan memesan (ya tentu saja) 4 porsi espijo.
Lalu Vika memulai kuliahnya tentang zat pewarna tekstil, “yaah, sebagai mahasiswa kimia, kita kan tau itu bahaya. Jadi, seleksi pertama harus sirupnya.” Mendengar ini, si mas2 espijo berhenti bekerja sejenak dan mengamati dan sepertinya memberi penilaian pada sirupnya yang berada di stoples. Beberapa orang yang juga lagi makan espijo, ikut memandang bergantian ke arah stoples, kami dan mas2 espijo. Si mas langsung mulai meracik pesanan kami. Tapi, dia langsung berhenti saat sadar kalo ga ada mangkuk bersih. No other way, he had to wash the bowls.
Saat itulah tragedi itu terjadi…
Ona, yang selain mulutnya, ternyata matanya juga setajam silet (peace sista ^^v) melempar *halah* pandangannya ke arah si mas dan… dia menjerit histeris sambil nunjuk2. Sempat terbesit di otak cerdas saya Ona ngeliat hantu korban tabrakan gerobak. Tapi ide horor ini saya buang jauh2 saat Lady dan Vika memasang tampang ngeri. Bukan! Bukan ngeri karena liat setan. Tapi ngeri yang lebih mengarah pada oh-my-gosh-tukang-bakso-sebelah-boker-di-depan-pelanggannya. Mau ga mau, saya menoleh juga ke arah tempat cuci piring. Dan…
Holly shit!
Air rendaman cucian piringnya keruuuh banget! Kesannya ga pernah diganti dari minggu lalu. Lebay? Well, nih saya bandingkan dengan hal lain ya… hmmm, pernah liat beras yang lagi dicuci? Nah, air cucian pertama beras kualitas paling rendah itulah yang sama persis dengan air cucian itu. Serius! Bedanya, air beras itu KAYA NUTRISI tapi air sabun? BISA BIKIN MATI PELAN2! Separuh jiwa saya rasanya pergi; espijo dambaan hati ternyata ga steril.
        Nasi sudah jadi bubur, kita nekat ambil resiko. Si mas dengan wajah inocent sambil siul2 lagu yang sepertinya keong racun, mulai melanjutkan pekerjaan. Kami sudah terlanjur mencelos. Untuk menutupi sakit hati kami, kami sengaja liat2 foto yang barusan di-take di kampus. Tapi tetep aja ga make sense. Kami tau, kami sadar, kami akan makan sesuatu yang… euuuggghh!!!
        Detik2 berlalu lambat… tik tok tik tok… espijo kamipun siap dihidangkan. Vika yang mendapat kehormatan untuk mencicipi terlebih dahulu. Matanya berkedap-kedip lucu saat mangkuk espijo pindah tangan. Dia tertawa. Kami tertawa. Orang2 bingung.

  Satu per satu mangkuk espijo berpindah ke tangan kami. Saya dapet mangkuk terakhir. Vika langsung memprovokasi, “wooowww, enak loh sista…”
 
Kami menatap apatis. Tapi mukanya sangat meyakinkan. Jadi, kami pura2 lupa air cucian mangkuk dan mulai makan. Saya berdoa sebelumnya, berharap semoga espijo ini tidak mengurangi satu detikpun hidup saya di dunia.
Slurp
Kuah espijo membasahi bibir dan dilanjutkan ke tenggorokan. Sensasinya menyenangkan. Dan, yah memang enak!
“acuhkan mangkuknya, ini adalah espijo paling enak se-Ambon!” kami sepakat.

10 menit berlalu dan 4 mangkuk itu kembali kosong.
        Kami sempat foto2 di sekitar gerobak featuring mas bakso, mas nasi goreng dan mas mie ayam.
Di sepanjang jalan pulang, saya berjanji ga akan mau lagi makan di tempat yang ga terjamin kebersihannya. Ternyata Vika, Lady dan Ona juga memikirkan hal yang sama. Kesehatan itu mahal, Jendral!
Vika sepertinya tertarik jadi pengusaha Espijo :P
        Kami cuma bisa mendoakan semoga mas itu insaf dan lebih meningkatkan kebersihan. Karena sebenarnya… ESPIJONYA ENAK BANGET!

Monday, November 1, 2010

Demo mahasiswa... masih jaman yaaa??

Posted by Princess Sarah at 4:02 AM 0 comments
akhir2 ini, saya sering ketemu mahasiswa demo. ga itu di kantor gubernur, walikota, pengadilan, gong perdamaian dunia, sampe di dalam kampus mereka sendiri -well, kampus saya juga siih-.
selayaknya demo, yaaa, mereka bikin ribut (karena teriak2 ga jelas), bikin kotor pemandangan (dengan spanduk2 profokatif yang sama sekali ga kreatif) dan off course bikin ga nyaman (perjalanan terganggu karena bikin macet) -_-*
personally, saya lumayan menentang aksi demo ini.
kan mahasiswa itu kaum terpelajar, masa sih mau2 aja menyelesaikan masalah dengan cara2 yang cenderung anarkis? kan segala sesuatu itu bisa didiskusikan... kalo memang ngerasa ga didengar, pake cara yang lebih baik dong. saya rasa, kalo dewan perwakilan mahasiswa duduk bareng rektor dan pembantu2nya, pasti bakalan ada jalan keluar.
itu kalo masalah dalam lingkup kampus...
tapi, kalo udah lingkup pemerintah dll. udah bukan pada tempatnya lah mahasiswa demo dan menuntut. biarkan pemerintah mengurus masalahnya sendiri. dan kalian, mahasiswa2 penggila demo, mending urusin kuliah kalian biar cepet lulus dan kerja. syukur2 kalo kerja di pemerintahan, kalian bisa melanjutkan obsesi menyelesaikan masalah pemerintahan... tapi saya khawatir, mungkin nantinya kalian yang malah MENIMBULKAN masalah di pemerintahan.
kalo memang bener2 care, mending tulis artikel di surat kabar, tumpahkan semua uneg2, sampaikan dengan jujur dan ga lebay. masih tetep ga ditanggepin jugaaa??? just pray! it's the only way... God will hear you...
beberapa hari lalu, saya sempat dikejutkan dengan massa yang terkonsentrasi di depan kampus saya, tepatnya di depan bangunan tempat genset. saya pikir mereka cuma nongkrong, mengingat wanita2 cantik yang kuliah di FMIPA, termasuk saya, hahaha... 4 jam setelah itu baru saya sadar, mereka ternyata berdemo!
mereka lempar2an sampe bangunan genset itu bolong2 dan mereka nulis kalimat2 aneh di dindingnya... well, bukan hanya cicak yang bisa di dinding, cacian dan makian juga bisa. ironisnya, semua itu ditujukan untuk orang no. 1 di kampus, ckckck...

dalam sekejab, bangunan itu luluh lantak, berantakan. saya lalu menyempatkan diri untuk membaca beberapa kalimat di sana... dan akhirnya, saya ketawa! to be honest, saya PRIHATIN! kasian banget yang nulis itu kalimat... masa PREMAN ditulis PEREMAN??? woooyy, lulus mata kuliah bahasa Indonesia ga siiih?? saya berani jamin, mereka bahkan ga tau bunyi sumpah pemuda!

 yang paling bikin saya sedih ya, demo tanggal 28 oktober kemaren. mereka berbondong2 melakukan orasi sambil bawa2 spanduk, entahlah nuntut apaan. ironisnya, mereka ga inget kalo negara ini lagi kena musibah; banyak bencana alam yang makan korban jiwa dan harta benda. mending juga mereka daftar jadi relawan. it sooo much much more worth it!

intinya, demo itu sesuatu yang tidak sehat, menunjukkan kebodohan ke publik. saya sih ga mau yaaa diketawain orang banyak, apalagi dianggap ga ada kerjaan. it's just some kind of wasting time. belum tentu didengar, eh malah bisa ditangkap polisi kalo kelewat beringas. siapa yang rugi coba?

apalagi yang ikut demo ini cuma IKUT2AN. i mean, dia sama sekali ga ngerti visi dan misi demo yang dia ikuti. 
Polisi : jadi, sebenernya, apa yang kalian tuntut?
Demonstran: air mineral, pak. haus.
Polisi : terus, kenapa nuntut ke kantor walikota?
Demonstran : kita minta dari koordinator pak. dia yang ngajak ikut demo. dia ngomong apa juga saya ga ngerti. yang penting kan tampil pak.. 

mau jadi apa bangsa ini kalo di ruang penyidik polisi terjadi perbincangan ga mutu gitu? dan apa si demonstran bisa dianggap calon penerus bangsa yang unggul?

saya jadi inget, beberapa tahun lalu di kampus ada organisasi mahasiswa yang mau demo. mereka pake truk gede untuk mobilisasi. ironisnya, di truk itu cuma ada 4 orang, otak demonstrasi. mereka berorasi ngajak mahasiswa dari 1 fakultas ke fakultas lain. di fakultas Hukum, beberapa mahasiswa bergabung. begitu juga dengan FISIP. tapi pas sampe fakultas MIPA, kampus saya, mereka diketawain. ga ada yang naik ke truk. malah mereka diteriakin "KALO LO AJAK GUE DEMO PAKE NISSAN TERRANO GUE MAU DEH!". nasib yang sama mereka dapatkan di 2 fakultas tetangga, pertanian dan teknik. malah ada anak teknik yang ngelempar mereka. hahaha...

di FMIPA sih, mahasiswanya pada males ikut demo, mending juga mikir penelitian. tapi demonstran2 profesional ga nyerah begitu aja, mereka terus berusaha merekrut anggota baru. mereka mendekati mahasiswa2 tahun pertama yang masih labil. dan biasanya, mereka berhasil.

ketua himpunan mahasiswa kimia sampe bela2in turun ke arena demo untuk menyelamatkan 1 jiwa adik tingkat kami ang berhasil dipengaruhi. dia dibawa ke ruang kuliah dan dikasih pencerahan.
"demo itu ga jaman Idrus. mending mikir kuliah kita yang susah, masa studi kita yang panjang, mau bikin penemuan apa. kita ini saintis, ga level dong teriak2 ga jelas di jalanan. kita seharusnya di lab. kalo kita mau anarkis sih ga perlu kayak mereka, tinggal ambil asam sulfat..."

... dan inilah alasan sebenarnyas saya dan teman2 stu jurusan ogah ikut demo.

semoga anak2 jurusan dan fakultas lain juga bisa nemuin alasan mereka sendiri dan ga ada lagi demo anarkis. Amin... 

Thursday, October 28, 2010

PERCCHOK goes to Aston

Posted by Princess Sarah at 6:06 PM 0 comments




Siang hari yang ceria… pas gw lagi online facebook… gegayaan sana-sini biar teteup eksis di dunia perinternetan. Tiba2, salah seorang temen nelpon gw. Awalnya sih, gw males ngangkat, secara lagi sibuk bales comment d status gw yang asoi bgd hari itu. Tapi, ada sesuatu yang mendesak; gw harus angkat telponnya!
Emang feeling gw so strong ya? Temen gw itu bilang kalo dy punya voucher nginep di hotel Aston Natsepa!!! Yippie!
Itu hotel baru. Dan kalo gw boleh bilang sih, hotel bertaraf internasional pertama d Ambon.


Nah, syaratnya, gw mesti ngasih tau ke temen2 laen yang hpnya ga aktif *opkors karena lagi pada online dari hp, hehehe*
Karena itulah gw dengan penuh semangat mengganti status gw… “Temen2 PERCCHOK, kita ditawarin nginep d Aston nih. Yg berminat, segera confirm yaaaa?”
Abrakadabra! Banyak comment yang masuk, termasuk dari orang2 yang bukan anggota PERCCHOK dan malah ga ada hubungannya sama sekali dengan PERCCHOK, hehehe…
Kita mulai diskusi dan akhirnya tiba pada tahap kesepakatan; ngumpul di graha jam 7 malem!
Waktu yang dinantikan dateng juga. Kita ngumpul di graha. Ada Chossy, K Opin, K Steny sama gw. Semuanya pada ngaret. Akhirnya, gw ma Chossy mutusin untuk ke supermarket dan beli cemilan! Asiiik! Pas kita balik, udah ada K Oy, K Pet, Endyc dan Dessy. Dengan personil yang ada, kita mutusin untuk segera ke Aston. Cihuyyy… this is too good to be true!

Kita nginep d kamar 4302. Heboh bgd pas kita masuk. Ada yang langsung ke teras belakang dan ngeliat view kolam renang plus pantainya, ada yang membanting diri (tanpa perhitungan berat dan bobot badan) ke spring bed king size-nya, ada yang keluar kamar dan ngeliat view pantai dan gunung dari sisi yang berlawanan, ada yang membongkar lemari (sambil berharap tamu sebelumnya lupa ngambil emas 5 kg dari brankas :P) dan sisanya sibuk ke kamar mandi! Bukan… bukan untuk membuang hajat rame2 ato mandi bareng… tapi, untuk foto2! Ahahaha… norak.com.
Ga lama, temen2 kita yang laen nyusul.acara foto2nya makin seru dan menggigit… teruuus, kita nemuin kabel modem!!! Internetan sampe pagi deh! Intinya, malem itu, kita ga bobo… gw udah PW abis d depan laptop gw dan ngelanjutin kegiatan online di FB dan twitter. Beberapa temen gw langsung minta dibikinin account twitter juga . Teruuus, ada keajaiban yang terjadi, GW AKHIRNYA BISA DOWNLOAD LAGU!!! Asoooyyy… (kliatan deh gapteknya :P)
Paginya, gw udah siap berenang… tinggal nunggu temen gw nyebur, gw pasti ikutan. Gw standby di balkon belakang sambil ngeliat kolam renang panjang (menyerupai sungai *alaaah*) tepat di bawah kamar. Ada hasrat hati untuk langsung menceburkan diri dari lantai 3 saja, namun takut akan ketinggian sanggup bicara banyak. Gw dengan suka rela dan ikhlas membuang jauh-jauh ide brilian itu. Tapi dasar bandel, ide itu mental lagi dan kembali ke otak gw pas mata gw nangkep sesosok bule ganteng nan seksi lagi berenang. Rupanya dy nginep d kamar lantai 1 yang balkon belakangnya langsung terkoneksi ke dalem kolam! Huhuww, mas bule, I lap yu pull deh! Sempat terbesit niat untuk teriak manggil2 dy dan minta nomer hapenya, tapi niat itu dibatalkan mengingat ini hotel mewah dan gw bisa digebrek satpam kalo sampe mengganggu kenyamanan tamu laen… hehehe… eh, taunya si bule masuk kamar. Hikss… berani taruhan, dy ga ngliat tongkrongan seksi nan semlohay (baca: gw, hahaha) di balkon lantai 3, makanya ga betah di kolam gitu.
Nyerah ngurusin si bule, gw masuk lagi dan chatting ma ka Nita. Rencananya gw mau download video pake youtube downloader, eh, malah error. Padahal gw udah bela2in minta username ma passwordnya ka Nita demi ambisi mengoleksi video sableng kami saat berkaraoke ria. Video yang bisa membuat mba Inul nangis darah kalo sampe nonton *lebay!* hehehe…
Ga putus asa, gw kembali ke plan A, berenang! Tapi Dessy tak menampakkan tanda2 kangen air, genangan air tepatnya. Dy malah asik senyam-senyum d depan kamera… arrrrrggggggggghhhh! Tak adakah yang bisa ngeliat muka gw udah kek kolam? Padahal, gw udah make u can see my ketek ma hot pants yang menampilkan potongan noda merah ala bintik2 demam berdarah super seksi di atas lutut gw yang tercipta beberapa jam sebelumnya karena Tepok memukul nyamuk yang nangkring di sana tanpa nilai2 kenyamukan. Heran juga, kok d hotel mewah ada nyamuknya??? Apa itu pas si Tepok lagi ngigau?? Apa dy sengaja mukul2 kaki gw?? Wuduuuwww!! Pelanggaran!! Emang tu anak ga bisa liat gw bahagia!
Sampe jam 11, ga ada tanda2 mau berenang. Akhirnya, ge ikhlas hanya mandi d shower! Sungguh tidak berkelas! Dan melanjutkan maen internet sampe jereng. Sampe di sini, gw hanya sempet bikin janji suci d dalem hati; pas bisa balik lagi ke Aston, gw pasti langsung nyebur ke kolamnya dulu baru ke kamar. Intinya the swimming pool is the first destination everytime I come again lah . Jadi yah, sisa hari d Aston gw nikmati dgn online! Ga seruuuuuuu… hikz…
Tapi, yang paling penting adalah kebersamaan PERCCHOK dan foto2nya off course :P

Deodorant is a girl's bestfriend

Posted by Princess Sarah at 5:50 PM 0 comments
sangat bertolak belakang dengan ungkapan yang sering kita dengar; diamond is a girl's bestfriend.... yaaaah kalo dibaca sama anak kelas 2 SD, dia pasti bilang bedanya cuma di deodorant sama diamond doang.
tapi untuk kita yang udah ngerti dunia dan BAHASA INGGRIS, kita tau, ada perbedaan besar; dari fungsi sampai harganya.

lebih jelasnya, 1 gram berlian (diamond) bisa buat beli 1 ton deodorant...
lalu, kenapa saya mau membandingkan dua hal yang bagaikan langit dan bumi?
yaaah, karena frasa yang menyertai dua benda ini; a girl's bestfriend.

menurut saya, rada2 absurd kalo kita bilang berlian itu sahabat cewek2. ga pada tempatnya. kenapa? karena ga semua cewek punya berlian. di masa ke-cewek-annya bahkan seumur hidupnya. beda kalo berlian yang dimaksud adalah berlian imitasi yang dijual sangat bebas sekali di pasar.
nah, kalo berlian aja ga punya, gimana ceritanya coba bisa sampe jadi sahabat? bukankah ada pepatah yang bilang ga kenal maka ga sayang? saya ga setuju ungkapan ini... karena saya, seorang cewek, yang tergolong ga punya berlian... hehehe...

kalo deodorant (baik dalam bentuk roll-on, spray, stick sampe powder) memang seharusnya menjadi sahabat cewek2. kenapa? coba deh satu hari, kamu mandi, terus ganti baju, tanpa pake deodoran, apapun bentuknya. mulailah beraktivitas seperti biasa. pas tengah hari, coba deh deketin hidung ke ketek... pasti bau kan? pasti ada pulau kan? pasti basah ketek kan? kalo udah kayak gitu mah, berlian di sekujur tubuh udah ga meaning banget. semua spesies di sekitar kamu juga bakalan ilfil...

jadi, sebagai cewek smart, kamu bisa pilih dong, ungkapan yang paling bener: diamond is a girl's bestfriend atau deodorant is a girl's bestfriend...

Wednesday, October 27, 2010

Dear Panitia Ambon Jazz Plus Festival

Posted by Princess Sarah at 3:45 AM 0 comments
saya senang banget karena dua tahun terakhir dikasih kesempatan untuk kerja di Ambon Jazz Plus Festival (AJPF). banyak hal yang saya pelajari dan off corse banyak teman baru yang saya dapatkan; mulai dari produk lokal sampe yang impor.

ada yang nanya, saya dibayar berapa... well, to be honest, saya ga tau mau jawab apa, karena saya dan rekan Liaison Officer (LO) lain ga dibayar. meskipun aslinya, tenaga LO itu dibayar secara profesional. hmm, ternyata ukuran berhasilnya kerjaan itu adalah PENGHASILANnya dan buka KEBAHAGIAAN karena sudah melakukan hal yang bikin hati senang dan melayani orang lain dengan baik. ckckck... kasihan yaaa, sempit banget!

tapi, bukan itu intinya... i've got some more important things to say about this...

Dari pengalaman saya, masih banyak hal yang kurang dalam AJPF. memang sih AJPF kedua kemarin agak lebih sukses dibandingkan dengan AJPF pertama. tapi tetap saja, masih jauh dari standar yang seharusnya.

menurut saya, AJPF kalah promosi. website ada, tapi baru diaktifkan dua bulan sebelum event. ini jelas merugikan, karena 10 bulan lainnya orang bertanya2, "eh, tahun depan ada AJPF ga ya?" karena ga ada info pasti. webnya jarang update. well, agak lebay sih, tapi mari kita bandingkan dengan Java Jazz (JJ); website JJ aktif sepanjang tahun, dari jauh2 hari, ticketingnya udah mantap. iya sih, ada juga di venue, tapi itu bakalan antri banget. males antri? ya berurusan sama calo aja, dengan resiko, sewaktu2 ketangkep polisi yang nyamar jadi calo, hehhe...

melalui website juga kita bisa liat list talent yang main. kan asyik banget kalo ada yang bela2in datang dari luar kota demi liat idolanya. who knows kan?

schedule juga harus lebih pasti. biar ga molor, biar ga BT nunggu giliran sound check dan perform. selama ini talents AJPF banyak yang ngeluh karena jadwal yang berubah2. actually, ini hal yang kurang menyenangkan. menurut saya, mereka itu tamu, sedangkan panitia adalah tuan rumahnya. maka sudah sewajarnya kita bikin taum ngerasa nyaman di rumah kita. apalagi, untuk yang baru petama kali datang ke Ambon; first impression yang mereka dapet -mau ga mau- HARUS baik. ini bukan hanya demi suksesnya event, tapi juga promosi wisata. if they're feel comfort with our hospitality, it's not impossible that they will go back here not only for perform but also spend their vacation.

masalah lain yang ga kalah penting adalah transportasi. sekalipun ini festival, tapi keinginan talents untuk keluar dan menikmati keindahan alam maupun shopping souvenir dan kuliner sebisa mungkin dipenuhi. ujung2nya kembali ke masalah promosi tadi :) transportasi yang disediakan, bisa saya katakan, kurang. makanya hukum rimba berlaku di sini; siapa cepat, dia dapat, LO siapa yang lebih lihay dia dapet mobil trus jalan2 deh. kasian kan mereka yang belakangan dan akhirnya ga bisa jalan2?
well, mungkin panitia bisa bilang "biarin aja mereka yang nyari transport sendiri kalo mau jalan." tapi sejujurnya, LO lah yang paling ga enak hati karena mereka yang harus menyampaikan ke talents. bukannya apa2, tapi saya pikir ini tanggung jawab moral.

oh iya, soal ticketing juga. tadi saya udah nyinggung soal e-ticketing. tapi itu aja ga cukup sih, harus ada ticket box juga, di radio, di stasiun TV, di redaksi media cetak dan mobile ticket box. paling lambat sih satu bulan sebelum event. biar yang daya belinya agak rendah bisa nabung dulu. saya ga maksud anggap enteng lho. tapi in fact, ada golongan mahasiswa/pelajar/umum yang pengen banget nonton AJPF tapi ga bisa karena yaaa mesti nabung dulu...

dan soal LO, tnpa maksud menuntut atau apa, tapi seharusnya lebih diperhatikan akomodasi atau transportasi pulangnya. soalnya, ada LO yang harus pulang ke rumah tengah malem. transport pulangnya pun ditanggung sendiri. hmmm...

mudah2an hal2 kecil ini bisa diperhatikan untuk kemajuan AJPF

deep down, saya bangga sama Ambon, karena sanggup bikin AJPF :)

Friday, October 22, 2010

Love vs Logic

Posted by Princess Sarah at 8:52 PM 0 comments
Tahun 2006, saya pernah bikin novel, judulnya Love vs Logic. Itu hanya kumpulan beberapa curhatan saya di blog terdahulu tentang sebuah fans club milik Wisnu Yoga Prabowo, NinoHolics –dan kebetulan, saya salah satu anggotanya-. Tapi, dalam perkembangannya, seiring dengan kisah yang bertambah banyak, dengan chatting-an, SMSan dan conference call yang semakin sering, maka Love vs Logic dinyatakan sebagai sebuah proyek. Hahaha… sebuah proyek agak impossible dan sinting yang digagas kak Nita –moderator milis- featuring saya. Kenapa saya bilang sinting? Karena novel ini dibuat dari tengah ke akhir, baru bagian depannya. Yang lebih sinting lagi, novel ini kelar dalam waktu 2 minggu dan jadi the most downloaded thing di milis, hehehe…
Tokoh2nya diambil dari karakter anak2 milis. Cuma ada 3 tokoh yang hasil rekayasa saya, termasuk tokoh utama, Rara. Nah, kalo novel ini bener2 based on our story, saya jamin ga akan ada hal dramatisnya, makanya saya berembuk dgn kak Nita dan menyepakati adanya unsur imajinatif.
Rara, diceritakan sangat terobsesi dengan sains. Dia pikir, segala hal yang terjadi di alam bisa dihitung secara eksak. Termasuk jatuh cinta.
~ cinta itu ga dateng dari serangan listrik yang lo rasain pas pertama kali lo nyentuh dia, atau dari jantung yang tiba2 lompat2 ga jelas di dalam rongga dada pas dia natap elo..
Cinta itu sebuah proses sistematis yang dipengaruhi oleh hormon2 tertentu, seperti feromon.~
Saya sempat takjub sama diri sendiri setelah mengetikkan kutipan di atas. Kutipan ini adalah hasil pemikiran Rara, si Miss Super Logic.
Tapi, ada satu masa di mana dia jatuh cinta pada cowok yang baru pertama kali dia jumpai. Dan dunianya… juga sudut pandanganya terhadap cinta berubah drastis.
Hmm…
Saya mikir lagi; mengerutkan dahi, menajamkan indera, mengasah pikiran dan akhirnya tiba pada satu kesimpulan kritis “cinta itu ga bisa ditebak! Dia bisa datang ke siapa saja dan kapan saja.”
Ada orang yang bisa ngerasa jatuh cinta sejak pertama kali ngeliat seseorang, ada yang butuh proses sangat lama, ada yang harus dikomporin dulu sebelum menyadari dia jatuh cinta dan ada yang awalnya musuhan.
Seperti kata Kahlil Gibran, kita nggak bisa nentuin arah cinta, karena cinta adalah milik cinta dan dialah yang berhak menentukan arahnya sendiri.
Jadi, jangan pernah salahin diri kamu sendiri kalau kamu jatuh cinta sama seseorang yang dianggap ga pantes. Itu beban, kalau kamu sampai buang2 waktu mikirin dia terus dan mikirin reaksinya kalo tau kamu suka dia. Jangan terlalu mengandalkan logika dalam hal2 semacam ini. Just tell it, reaksinya kayak apa, itu masalah nanti, yang penting kamu mau keluarin uneg2 dulu… tau aja dia juga suka sama kamu? Kita nggak pernah tau hati seseorang kan? Dan kalaupun dia nggak suka kamu, duniamu toh nggak akan kiamat.. Kamu bisa move on and find someone’s better.
Yaaaahh, cinta dan logika itu sama kayak dua sisi mata uang; selalu seiring sejalan, tapi sangat bertolak belakang. Kamu bebas memilih mau lebih mengandalkan yang mana. Tapi menurut saya, dua-duanya harus tetap dipakai, tentunya, dengan takaran yang pas. Yang terpenting adalah, kita harus sepakat dulu kalo cinta itu sebenarnya simpel, tapi justru KITA yang bikin cinta itu jadi ribet.
 

Diary of a Princess Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea