Rapunzel tells us one thing about love; climbing the highest tower becomes less difficult if SOMEONE at the end gives you reason to hold on :)
Showing posts with label PrincessLoveMaluku. Show all posts
Showing posts with label PrincessLoveMaluku. Show all posts

Thursday, April 7, 2011

Ruma Beta: the Likumahuwas

Posted by Princess Sarah at 8:40 PM 0 comments
Komunitas seni Ruma Beta yang dibentuk Glenn Fredly kembali menggelar acara seru. Setelah bulan pertamanya menghadirkan klinik musik bersama bung Nicky Manuputty and friends (Boni, Alden, Arnold dan Matthew), kali ini nggak tanggung-tanggung, musisi dua generasi, om Benny dan Barry Likumahuwa yang didaulat pamer kebolehan di sini.  Mereka datang bersama Henry Budidharma (gitar), Dimas Pradipta (drum) dan Matthew Sayersz (vokal).

Acara kembali digelar di aula lantai 3 Entertainment X-ter Tirta Kencana dan dihadiri oleh sekitar 100 orang muda kreatif dari berbagai komunitas kreatif di Ambon. oh iya, di bulan kedua ini, Ruma Beta menghadirkan juga paduan terompet asal desa Amahusu yang memukau semua yang hadir dengan 2 buah komposisi lagu. salah satunya lupa-lupa ingat yang dipopulerkan oleh alm. Mbah Surip yang sangat menarik perhatian dan mengundang decak kagum, termasuk dari guest stars; Butet dan Djajuk Kertaredjasa.
ini ekspresi mas Butet saat mendokumentasi grup terompet Amahusu
Bung Glenn sempat bertanya di mana dan bagaimana mereka berlatih dan jawabannya cukup mengguncang. mereka berlatih di jalanan! see? sebuah grup dengan bakat harmonisasi luar biasa dibentuk di jalan! padahal, Ambon punya Taman Budaya; gedung yang seharusnya menjadi pusat pengembangan seni dan budaya di kota, bahkan provinsi ini. hmm, pasti ini karena masalah klasik: BIROKRASI -_-*
saat itu, hadir juga Aldisyah Latuihamallo, our rising star :)

Om Benny dan Barry mulai beraksi jam 9 malam, membawakan komposisi-komposisi yang WOOOWW -i said woooww, because i've found no words to describe the beauty of their music-. semua yang hadir larut dalam alunan musik dan turut bergoyang mengikuti irama dinamis.

Lalu sesi tanya-jawab dimulai. pertanyaan pertama untuk om Benny. pertanyaannya lumayan standar, tentang kiprah anak-anak muda Maluku di Jakarta, tapi om Benny rupanya punya jawaban sendiri, "sebenarnya bisa saja anak Maluku eksis, hanya saja sikap sok tahu dan tidak mau kalah-nya kadang-kadang terlalu mendominasi. kalau orang ngomong, belum apa-apa sudah dipotong. ya salah pengertian ujung-ujungnya."
kemudian, ada pertanyaan tentang alat musik perkusi, apakah mungkin ada pagelaran tifa. dan ini dijawab oleh Dimas, yang ternyata keponakan tante Grace Simon. dia bilang, mungkin-mungkin saja karena tifa (gendang) punya daya tarik tersendiri dan eksotik, tergantung bagaimana diharmonisasi dan dikomposisikan :)
Om Benny sempat menyela dan bercanda, "kalo Dimas ini Jambon, Jawa Ambon. kalo Barry, Mbonja, karena papanya Ambon, Mamanya Jawa..." hahaha...

Setelah itu, Om Benny menyempatkan diri menceritakan perjalanan karirnya setelah meninggalkan Ambon dan menetap di Bandung. Saar pertama kali tampil, om Benny dipandang sebelah mata oleh musisi lokal yang sudah punya nama saat itu. tapi itu tidak membuatnya menyerah. om Benny terus berkarya, sampai akhirnya mendapatkan pengakuan banyak orang. om Benny bilang, guru musiknya adalah Tuhan. karena beliau belajar not balok secara otodidak dan passion musiknya semakin bertumbuh karena rajin mendengar siaran radio Amerika.
and as we all know, Benny Likumahuwa is a music legend now :)

Lain ayah, lain juga anaknya. Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa a.k.a. Barry punya kisah yang lebih unyu. membuka kisahnya dengan humor segar ala anak muda, Barry mendapat banyak perhatian. dia bilang, dulu sempat bingung mau main alat musik apa. sampai akhirnya pada umur 16, dia iseng merekam permainan bass-nya dan tidak sengaja, ditemukan sang papa. saat itulah, seorang basis besar Indonesia baru saja ditemukan :)


Barry digembleng secara disiplin oleh om Benny. setiap kali bertanya, dia diminta mencari sendiri jawabannya. awalnya dia sempat kesal karena diperlakukan sama dengan murid papanya yang lain. tapi akhirnya dia sadar, itu yang membentuk mentalnya menjadi seorang musisi handal. Barry kemudian ditemukan oleh Glenn Fredly dan yah, seperti yang kita tau, nama Barry Likumahuwa sudah menjadi nama yang besar karena sudah sering bekerja sama dengan banyak penyanyi kelas atas. bahkan sejak 2006, dia punya BLP (Barry Likumahuwa Project) yang sekarang sudah punya 2 album; Goodspell dan Generasi Synergy.
So, get ready for the next legend :)

Acara malam itu ditutup dengan sebuah komposisi luar biasa berjudul Nusaniwe yang adalah lagu daerah Maluku
"...Sio apa tempo kulihat lagi Ambon tanah asalku... kalau sudah sampai di tanah Jawa, jangan lupa nona kabaya..."

Tuesday, April 5, 2011

Akademi Berbagi Ambon: Mari Bangun Maluku lewat Social Media

Posted by Princess Sarah at 5:53 PM 0 comments
Ambon boleh berbangga hati karena menjadi kota pertama di Indonesia Timur yang mempunyai kelas akademi berbagi yang digagas oleh mbak @pasarsapi.

sesuai dengan namanya, kelas ini memang menyuguhkan interaksi antara pengajar dan peserta ajarnya. hal-hal yang dibagi di sini adalah hal-hal positif menyangkut pengembangan generasi muda.
kelas perdana akademi berbagi berbagi Ambon digelar di ruang Broadband Learning Center, Telkom Talake dengan tema "membangun gerakan lewat social media". dan untuk kelas ini, Moh. Burhanudin Borut alias @tero2_boshu dan Almascatie (@almascatie) didaulat untuk membawakan materi.

kelas dibuka pukul 15.30 WIT oleh kepala sekolah, Irfan Ramly (@iphankdewe) dan disambut sangat antusias oleh sekitar 35 peserta dari berbagai komunitas kreatif di Ambon. termasuk saya (@sarahaleyda) yang kali ini datang dengan bendera Arumbai (@bloggermaluku) :)
oh iya, kita boleh berbangga hati lho, karena kelas perdana ini dihadiri oleh ketua komisi D DPRD Provinsi Maluku, pak Suhfi Majid (@suhfimajid) yang juga aktif sebagai blogger! waaaah, hebaaaat!

suasana kelas sangat hangat dan akrab meskipun di luar hujan mengguyur seluruh kota. apalagi, pak kepala sekolah dengan penuh perhatian membagikan pisang goreng panas (*sluuuurrrp) kepada seluruh murid Akber Ambon :) rasanya tidak ada jarak apapun yang memisahkan kami. sore itu, satu keluarga baru terbentuk, dan saya senang menjadi bagian dari keluarga itu :')
saya senang karena mendapatkan banyak hal; bagaimana saya harus memanage account social media saya secara bijak dan bertanggung jawab, menulis hal-hal yang tidak asal-asalan, berinteraksi secara lugas dan komunikatif plus dapat banyak teman baru which means, link :)
jangan tanya saya yg mana, karena saya sudah pulang duluan :(

singkatnya, Akber Ambon sangat sukses. saya harus jujur bahwa saya tidak sabar menunggu kelas berikutnya...

Monday, February 28, 2011

10 Alasan Kamu HARUS Mengunjungi Maluku

Posted by Princess Sarah at 12:52 AM 1 comments

1.       Alamnya Indah
Pemandangan alam yang disuguhkan Maluku (bahkan sejak kamu masih di dalam pesawat atau kapal yang ditumpangi) benar-benar bukan sesuatu yang ga pasaran. Apalagi kalau sampai memijakkan kaki di negeri seribu pulau ini? Saya jamin, untuk mengedipkan mata saja kamu tidak akan rela!

2.       Kuliner Khas yang benar-benar KHAS
Banyak kuliner khas Maluku yang belum dikenal secara nasional, tapi rasanya… hmmm, layak banget diadu sama kuliner daerah lain. Tanya deh sama mereka yang pernah ke Ambon, pasti mereka akan menyebut nasi kuning, rujak natsepa atau bluder sageru. Dan masih segar di ingatan kita saat event Sail Banda 2010, Maluku dicatat di MURI karena acara makan patita (makan bersama) dengan menu utama lebih dari 1000 jenis masakan olahan ikan laut.
Selain itu, masih banyak lagi kuliner khas lainnya, seperti papeda, aruan sirsir, embal, dll yang sayang sekali kalau tidak dicoba :)

3.       Udaranya Bersih
Bosan dengan hiruk-pikuk kota besar? Dengan pemandangan gedung pencakar langit? Dan sumpeknya udara yang terkena polusi? Maluku akan menjadi tempat liburan paling nyaman. Kapan lagi kamu bisa melihat gunung hijau di samping kanan dan pasir putih serta laut biru di samping kiri? Dua hal ini sudah menjamin kualitas suplai oksigen. Memang di pusat kota Ambon sudah ada problem kemacetan dan polusi, namun belum separah Jakarta atau Bandung.

4.       Kepulauan Terbesar di Dunia
Indonesia disebut-sebut sebagai Negara kepulauan karena banyak pulau besar maupun kecil yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tapi tahukan kamu Maluku ‘menyumbang’ paling banyak pulau di antara 17.000 lebih pulau di Indonesia?
Kebanyakan pulau di Maluku merupakan pulau karang . kalau dihitung-hitung, bisa dipastikan bahwa Maluku adalah provinsi kepulauan terbesar di dunia!
Hmm, mungkin aja pemilik garis pantai terpanjang di dunia juga =)

5.       Surga Bawah Air
Khusus untuk pecinta snorkeling dan diving nih, saya berani bilang kalo beberapa spot di Maluku ga kalah dengan di Raja Ampat dan Bunaken. Di Latuhalat banyak terdapat terumbu karang cantik. Di Hukurila ada goa bawah laut. Di sekitar Pulau Banda, bermacam spesies ikan hidup di ekosistem indah nan unik. Bahkan, 10 spesies ikan di sini sudah dinyatakan endemik Maluku!

6.       Kebudayaan Unik
Kamu akan menemukan banyak kebudayaan yang tidak akan ditemukan di manapun karena merupakan akulturasi budaya asli Maluku dengan budaya Portugis, Belanda dan Spanyol, tiga Negara yang pernah menjajah kepulauan ini. Lihat saja tari-tarian, lagu-lagu dan bahasa sehari-hari yang dipakai masyarakat Maluku.
Kalau tradisi asli Maluku antara lain Masohi, di mana warga di suatu wilayah bergotong-royong menyelesaikan pekerjaan sebuah keluarga di dalam wilayah itu, tanpa dibayar. Ada juga tradisi pukul sapu di desa Mamala dan Morela setiap 7 Hijriyyah. Plus tradisi toki tifa di daerah Maluku Tenggara Barat yang fungsinya membatasi pergaulan kawula muda agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

7.       Hollywood of Indonesia
Bandung boleh saja disebut Parijs van Java, maka Maluku, khususnya Ambon wajar disebut Hollywood of Indonesia.
Percaya nggak percaya, kamu bias menemukan landmark Hollywod yang terkenal itu di pulau Ambon.
Tapi jangan bayangkan tulisan ini sama kayak di California yang super besar di atas bukit. Hollywood ini justru dicetak di talud di tepi pantai desa Erie. Tidak glamor. Tapi warga sekitar landmark ini sangat memperhatikan tulisan setinggi sekitar 5 meter ini. Mereka memperbaharui catnya setiap kali mulai pudar.
Oh iya, kalau Hollywood di Amerika adalah pusat industri hiburan, Ambon adalah produsen industri hiburan Indonesia. Dari sinilah banyak musisi berasal. Hmm, sekarang mulai ada pemain sinetron, model dan sineas juga kok :)

8.       Penghasil Rempah-rempah terbesar di dunia
Salah satu alasan bangsa barat mencari dunia baru adalah untuk mencari rempah-rempah yang mereka butuhkan untuk upacara keagamaan ataupun penghangat tubuh. Mereka mengincar kepulauan Maluku, daerah yang menurut mereka adalah penghasil rempah-rempah terbesar. Well, the truth is Maluku still the biggest spicy islands until now.

9.       Objek Penelitian
Bagi para ilmuwan, Maluku tidak akan pernah selesai dieksplorasi. Banyak hal yang layak diteliti. Mulai dari tanaman atsiri dengan kualitas terbaik, hingga laut Banda yang menyimpan banyak misteri karena hingga kini (katanya) belum ada yang menemukan dasar laut Banda yang disebut-sebut sebagai laut terdalam di bumi.

10.   Situs Sejarah
Yang hafal sejarah Indonesia tentu tau  kalau Maluku termasuk 8 provinsi mula-mula saat kemerdekaan. Karenanya, kita tidak bisa memandang kecil nilai provinsi ini dalam proses perjuangan bangsa. Tercatat dua pahlawan nasional yang meninggal untuk memperjuangkan kemerdekaan; Pattimura dan Martha Christina Tiahahu. Monument peringatan mereka terdapat di Ambon dan dijadikan tempat wisata. Ada juga banyak peninggalan masa perang dunia II.

Tuesday, February 22, 2011

Maluku dan Musik

Posted by Princess Sarah at 7:44 PM 0 comments
salah satu pertanyaan yang dilontarkan untuk bung Glenn Fredly di workshop musik komunitas Rumah Beta adalah kapan ada sekolah musik khusus saxophone di Ambon. pertanyaan ini langsung dijawab dengan lugas, "ada banyak sekolah musik di Ambon, tapi apakah orang-orang sanggup? Lihat saja bung Nicky, dia pemain saxophone yang belajar secara otodidak!"

pernyataan ini langsung diiyakan bung Nicky "beta seng bisa baca not!" (saya tidak bisa membaca not!)
saya jadi inget perbincangan dengan Figgy Papilaya (keyboardis Erwin Gutawa Orchestra), dia bilang, orang Ambon itu sudah punya musikalitas alami hadiah Tuhan dan bukan hasil bentukan guru musik. yang perlu dilakukan adalah mengasahnya dengan terus berlatih dan tampil. karena sebenarnya, passion dan feeling musik orang Maluku itu sangat tinggi.
harus diketahui bahwa sebagian besar musisi asal Maluku berlajar alat musik dan menyanyi secara otodidak; bukan les, buka baca buku. they're just saw or heard some example, trying a little bit and VOILA! they can make it like the original musicians did!
kalo mereka mau sedikit bereksperimen dan bereksplorasi, akan ada karya baru yang mereka hasilkan; fresh dan groovy!

lagipula, pemikiran sebagian besar orang tua di Maluku masih konvensional; anaknya harus jadi dokter, polisi, PNS -sesuatu yang teratur dan memperoleh penghasilan tetap, serta jaminan hari tua- otomatis, mereka tidak menginginkan anaknya bercita-cita menjadi musisi terkenal. karenanya, dengan menyekolahkan anak di sekolah umum saja sudah cukup. no time for music school! they thought it was some kind of wasting time and money...

ironis. mengingat para orang tua ini mengidolakan Brury Marantika atau Harvey Malaiholo, tapi sama sekali tidak mengharapkan anaknya menjadi seperti mereka -_-*
hanya karena mereka berpikir menjadi musisi itu bukan pekerjaan tetap dan tidak menjamin masa depan. sempit banget! mereka lupa kalo nantinya, ada 'mereka-mereka' yang lain juga saat si anak tumbuh menjadi the next Brury atau Harvey...

ini yang harus diubah. musikalitas orang Maluku, in the end, hanya berakhir sebagai hobby! padahal, banyak orang di luar sana yang menjadikannya sumber penghidupan.

ini juga yang menjadi faktor utama banyaknya pengangguran di Maluku. well, saya juga mungkin akan seperti itu, karena keinginan saya menjadi orang belakang layar ditentang habis-habisan sama orang tua saya. mereka maunya saya duduk manis di belakang meja, jadi PNS. mereka lupa, kalo segala sesuatu yang dilakukan setengah hati, hasilnya pasti setengah-setengah juga!

so, we have to live our OWN dream :) if necessary, be a rebel!

bung Glenn juga bilang, generasi muda Maluku harus bisa memanfaatkan teknologi internet dengan bijak dan benar. YouTube misalnya. dari situ, bisa didapatkan tutorial main musik, langsung dari ahlinya; para musisi kelas dunia. pas banget untuk orang-orang yang memang punya bakat belajar secara otodidak :)

penanya terakhir diberi kesempatan bertanya. dia bilang, banyak anak Maluku yang punya talenta tapi kenapa, sulit sekali menembus industri musik Indonesia.
lagi-lagi, saya dibuat kagum oleh jawaban cerdas bung Glenn (and as for myself, now i called him, LEGEND)
"salah kalo kita bermusik untuk terkenal..." dia juga kasih pengandaian; Sinta dan Jojo dengan video lipsync Keong Racun mereka. sebenarnya, itu bukan sesuatu yang sangat wah ditinjau secara seni, tapi secara entertain, itu luar biasa menghibur. dan efek sampingnya, mereka punya satu komunitas yang memastikan mereka terkenal, seperti sekarang. komunitas ini tentu saja orang-orang yang terhibur dengan apa yang mereka tampilkan.

saya sangat setuju dengan komentar bung Glenn. kalo kita melakukan sesuatu dengan iming-iming popularitas, trust me, you won't make it!
tapi ketika kita melakukannya dengan sepenuh hati, kita menghibur orang banyak, maka dipastikan kita sudah mencuri sepenuh hati mereka. what comes from the heart, touches the hearts. right?
anggap saja, popularitas yang diperoleh adalah bonus

semua yang hadir malam itu bertepuk tangan menyambut jawaban ini...
penampilan bung Nicky Manuputty dan bandnya menutup sesi dialog dan workshop dengan komunitas Rumah Beta. seperti biasa, bung Nicky menampilkan permainan saxophone yang outstanding  plus suara bening Matthew Sayersz membuat semua yang hadir tidak berhenti berdecak kagum.

acara ini ditutup dengan harapan tiap musisi untuk Maluku dan Musiknya. meski disampaikan dengan formulasi yang berbeda, tapi intinya satu; mereka ingin musik Maluku lebih dikenal luas, caranya ya melalui generasi muda yang kreatif dan punya kemauan memajukan Ambon dan Maluku.
yang palin saya ingat tuh pernyataan Arnold, "orang Ambon tuh groovy!"
benar! seratus untuk Arnold!

Wednesday, February 16, 2011

a night with Glenn and Maluku musician @ Rumah Beta

Posted by Princess Sarah at 9:51 PM 0 comments
berawal dari SMS yang saya terima dari kak Burhan saat bobo siang (umm, jam 6 itu udah lebih pantas disebut sore yaaa -_-*). hati saya mendadak jadi cenat-cenut. tawaran itu sungguh menggoda. tapi saya punya beberapa acara yang jadwalnya bertubrukan;
  1. sepupu jauh saya meninggal dan (rasanya) penting untuk melayat
  2. ibadah Angkatan Muda Cabang Petra (harus hadir, mengingat baru hari minggu kemarin saya dilantik jadi ketua bidang Pekabaran Injil dan Komunikasi)
  3. melanjutkan kerjaan sekretariat persidangan jemaat Petra
pfiuuuhh, saya beneran pengacara tanpa gelar SH!

sambil mandi, saya mulai berpikir... "tadi gue udah ke RS pas Orion dinyatakan meninggal. terus, kalo kerja panitia, kan lagi banyak banget yang ngebantu di sekretariat, jadi, gue bisa agak diwakilkan :P nah, kalo ibadah cabang, gue kudu hadir. ini pelayanan perdana gue sebagai pengurus cabang! lo rajin-enggaknya melayani bisa dilihat dari pertama kalinya lo melayani. gue harus total di angkatan mda cabang Petra. naah, setelah gue ibadah, baru gue ke Tirta..."

dan itulah yang terjadi...
selesai ibadah cabang, saya meluncur ke Tirta Kencana, sangat exciting karena sudah lama ga ikutan kegiatan Ambon Bergerak (more info just go to www.ambonbergerak-kalesang.com). dengan hebohnya saya masuk ruangan di lantai 3 Tirta One Stop Entertainment Xter dan disambut blitz kamera kak Alvin! najong banget! pose saya kayak artis Hollywood yang dikejar-kejar paparazzi. but one thing i'd love about that photo was i looked mature and feminine...

oh iya, pas saya datang, bung Glenn Fredly lagi ngomong. saya udah telat banget karena itu closing-nya. hehehe. saya sempet ditegur bung Glenn tiga kali "jangan berdiri di depan tangga, usi... usi, yuk masuk... usi, gabung di sini aja..." hahaha
fyi, 'usi' adalah sebutan khas Ambon yang setara dengan 'mbak' atau 'teteh' dan adalah kebalikan dari kata 'bung'. dulu, usi hanya digunakan untuk menyapa wanita yang lebih tua, tapi sekarang, kata ini mengalami generalisasi. secara umum, wanita Ambon disapa usi.

back to topic, saya langsung duduk manis di deretan tiga dan berhadap-hadapan dengan Boni, pemain perkusi yang tampan dan sangat menarik perhatian. sementara Alden, gitaris akustik, duduk menyamping. Matthew Sayersz, vokalis Barry Likumahuwa Project, duduk menghadap Boni, which means, membelakangi saya; sepertinya sih dia sedang mengerjakan sesuatu. bung Glenn dan bung Nicky Manuputty duduk di kursi depan stage. pemain gitar elektrik, Arnold, duduk di bagian kiri belakang stage


acaranya selesai 15 menit setelah kedatangan saya. para musisi (seharusnya) langsung makan malam di VIP room, tapi karena sebelum menutup acara, bung Glenn sudah menyatakan boleh mengajak mereka foto bareng, maka kerumunan orang langsung menyerbu stage...

saya tadinya ga berminat foto-foto, toh setelah ini saya bakal  ketemu mereka di VIP room dan foto-foto sepuas hati. tapi melihat Chika, salah seorang teman, sudah beraksi mendekati Boni untuk berpose, mau ga mau jiwa narsisme saya mengambil alih. saya bergegas mendekati Boni juga, tapi sayang, saya dihalangi gerombolan ABG unyu yang juga mengincarnya, hehehe...

saya masih agak bengong ketika bung Nicky menyapa saya (it's amazing when at least a popular person still remember who you are on your 2nd meeting) hehehe, jadi deh foto bareng :)
selanjutnya, Chika bergabung lagi dan saya ngajak ke pojokan, foto bareng Alden, hehehe... saya dengan tidak tau malunya minta user twitternya.

abis itu, saya menyempatkan diri ngobrol dengan beberapa teman Ambon Bergerak. lama banget baru sempat ketemu mereka lagi dan harus diakui, saya kangen mereka!

pas semua sudah pulang, saya masuk VIP room dan sempet ngobrol lama sama kak Dalenz, vokalis D'Embalz, band reggae yang sekarang katanya lagi kerja sama dengan bung Glenn dan Aldisyah Latuihamallo.  oh iya, kak Dalenz ini sodara saya.

saya sempet mau request foto bareng Matthew, tapi batal lagi. hmm, bener-bener ga punya nyali! hehe. bayangin, udah 3 kali ketemu, saya sama sekali belum pernah foto bareng dia! parah...

jadinya saya foto-foto aja sama Boni dan akhirnya bung Glenn. saat itulah saya bilang kalo saya admin account @BacktoMaluku di twitter dan salah satu moderator fanpage Maluku Spice di Facebook. dia banyak nanya tentang Maluku Spice dan ceritanya langsung saja mengalir. saya tau, dia orang yang sangat concern dengan provinsi ini... dia banyak cerita dan ngasih motivasi untuk maju jadi lebih baik.

malam makin larut dan saya harus pulang sebelum nama saya masuk daftar orang hilang :P saya pulang bareng kak Burhan dan kami banyak bicara tentang generasi muda Maluku. well, akan saya bahas di postingan berikut... see you :)
 

Diary of a Princess Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea